Pemalang adalah
salah satu kabupaten di Jawa tengah. Tepatnya ditengah antara
kabupaten Pekalongan dan Tegal. Banyak budaya ataupun adat istiadat
yang ditinggalkan oleh para pendahulunya. Salah satu adat yang sangat
mencolok adalah perhitungan jodoh menggunakan weton atau hari
kelahiran. Banyak sekali warga pemalang percaya akan hal itu, disisi
lain percaya atau tidak banyak terjadi hal yang kurang wajar apabila
pasangan ataupun keluarga melanggar aturan tersebut. Contohnya baru
seumur jagung pasangan itu bercerai dan meninggalnya salah satu orang
tua dari pasangan itu.
Banyak juga
pasangan yang gagal menikah dikarenakan menurut orang pintar ( orang
yang tau perhitungan jawa) hari kelahiran pasangan itu tidak bagus
dan apabila dipaksakan akan banyak sekali halangan yang akan menimpa
pada bahtera rumah tangga mereka. Sehingga kebanyakan pasangan
memilih untuk tidak melanjutkan ke jenjang pernikahan dan kandas
ditengah jalan.
Dari sini ada hal
yang sangat menarik untuk dikaji bagaimana seorang yang bisa
menghitung perjodohan menggunakan hari kelahiran. Pada dasarnya
perhitungan jodoh itu didasarkan pada hari kelahiran dan pasarannya.
Setiap hari dan pasaran tersebut mengandung nilai-nilai (neptu)
ataupun angka-angka tertentu. Adapun nilainya adalah
|
No
|
Nama hari
|
Nilai (Neptu)
|
|
1
|
Minggu
|
5
|
|
2
|
Senin
|
4
|
|
3
|
Selasa
|
3
|
|
4
|
Rabu
|
7
|
|
5
|
Kamis
|
8
|
|
6
|
Jum’at
|
6
|
|
7
|
sabtu
|
9
|
Sedangkan untuk
pasarannya juga mempunyai nilai tersendiri, yaitu :
|
No
|
Nama pasaran
|
Nilai (Neptu)
|
|
1
|
Legi
|
5
|
|
2
|
Paing
|
9
|
|
3
|
Pon
|
7
|
|
4
|
wage
|
4
|
|
Kliwon
|
8
|
Hari dan pasaran
dari kelahiran dua calon penganten yaitu anak perempuan dan anak
lelaki masing-masing dijumlahkan dahulu, kemudian masing masing
dibuang (dikurangi) sembilan.
Misalnya :
hari lahir Diva adalah hari sabtu (neptu 9) pahing (neptu 9) jumlah 18 dikurangi 9 sisa 9.
Sedangkan kelahiran anak laki-laki Kamis (neptu 8) kliwon (neptu 8) jumlah 15, dibuang 9 sisa 7
Menurut perhitungan dan berdasarkan sisa diatas maka perhitungan seperti dibawah ini:
Apabila sisa:
1 dan 4 : banyak celakanya
1 dan 5 :bisa
1 dan 6 : jauh sandang pangannya
1 dan 7 : banyak musuh
1 dan 8 : sengsara
1 dan 9 : menjadi perlindungan
2 dan 2 : selamat, banyak rejekinya
2 dan 3 : salah seorang cepat wafat
2 dan 4 : banyak godanya
2 dan 5 : banyak celakanya
2 dan 6 : cepat kaya
2 dan 7 : anaknya banyak yang mati
2 dan 8 : dekat rejekinya
2 dan 9 : banyak rejekinya
3 dan 3 : melarat
3 dan 4 : banyak celakanya
3 dan 5 : cepat berpisah
3 dan 6 : mandapat kebahagiaan
3 dan 7 : banyak celakanya
3 dan 8 : salah seorang cepat wafat
3 dan 9 : banyak rejeki
4 dan 4 : sering sakit
4 dan 5 : banyak godanya
4 dan 6 : banyak rejekinya
4 dan 7 : melarat
4 dan 8 : banyak halangannya
4 dan 9 : salah seorang kalah
5 dan 5 : tulus kebahagiaannya
5 dan 6 : dekat rejekinya
5 dan 7 : tulus sandang pangannya
5 dan 8 : banyak bahayanya
5 dan 9 : dekat sandang pangannya
6 dan 6 : besar celakanya
6 dan 7 : rukun
6 dan 8 : banyak musuh
6 dan 9 : sengsara
7 dan 7 : dihukum oleh istrinya
7 dan 8 : celaka karena diri sendiri
7 dan 9 : tulus perkawinannya
8 dan 8 : dikasihi orang
8 dan 9 : banyak celakanya
9 dan 9 : liar rejekinya
Misalnya :
hari lahir Diva adalah hari sabtu (neptu 9) pahing (neptu 9) jumlah 18 dikurangi 9 sisa 9.
Sedangkan kelahiran anak laki-laki Kamis (neptu 8) kliwon (neptu 8) jumlah 15, dibuang 9 sisa 7
Menurut perhitungan dan berdasarkan sisa diatas maka perhitungan seperti dibawah ini:
Apabila sisa:
1 dan 4 : banyak celakanya
1 dan 5 :bisa
1 dan 6 : jauh sandang pangannya
1 dan 7 : banyak musuh
1 dan 8 : sengsara
1 dan 9 : menjadi perlindungan
2 dan 2 : selamat, banyak rejekinya
2 dan 3 : salah seorang cepat wafat
2 dan 4 : banyak godanya
2 dan 5 : banyak celakanya
2 dan 6 : cepat kaya
2 dan 7 : anaknya banyak yang mati
2 dan 8 : dekat rejekinya
2 dan 9 : banyak rejekinya
3 dan 3 : melarat
3 dan 4 : banyak celakanya
3 dan 5 : cepat berpisah
3 dan 6 : mandapat kebahagiaan
3 dan 7 : banyak celakanya
3 dan 8 : salah seorang cepat wafat
3 dan 9 : banyak rejeki
4 dan 4 : sering sakit
4 dan 5 : banyak godanya
4 dan 6 : banyak rejekinya
4 dan 7 : melarat
4 dan 8 : banyak halangannya
4 dan 9 : salah seorang kalah
5 dan 5 : tulus kebahagiaannya
5 dan 6 : dekat rejekinya
5 dan 7 : tulus sandang pangannya
5 dan 8 : banyak bahayanya
5 dan 9 : dekat sandang pangannya
6 dan 6 : besar celakanya
6 dan 7 : rukun
6 dan 8 : banyak musuh
6 dan 9 : sengsara
7 dan 7 : dihukum oleh istrinya
7 dan 8 : celaka karena diri sendiri
7 dan 9 : tulus perkawinannya
8 dan 8 : dikasihi orang
8 dan 9 : banyak celakanya
9 dan 9 : liar rejekinya
Dari hasil
tersebut menurut perhitungan itu anatara Diva dan Aldi dipercaya akan
dekat sandang pangannya atau bisa dikatakan kelak ppasangan tersebut
akan mudah mencari kebutuhan dan cenderung sukses.
Dari perhitungan
itu banyak hal yang akan terjadi yaitu bisa saja pasangan akan
melanjutkan kepernikahan apabila menurut perhitungan itu baik. Namun
Apabila hasilnya tidak bagus pasangan cenderung mengurungkan niatnya
untuk menikah. Percaya atau tidak kita sekarang, tergantung pada
pribadi masing-masing. Namun inilah yang dipercaya sebagian dari
masyarakat pemalang, tradisi dan adat yang sudah turun temurun susah
untuk diubah dan patuh akan perhitungan tersebut.
Pada dasarnya
perhitungan jodoh menurut hari kelahiran (weton) itu menggunakan
teori bilangan. Yaitu pada subbab modulo. Dimana modulo dari
penjumlahan antara hari dan pasaran menggunakan modulo 9. Sehingga
sisa-sisa yang didapat itu merupakan sisa dari modulo 9 tersebut.
Dari situ kita
tahu bahwa sebenarnya tradisi perhitungan jodoh menggunakan hari
kelahiran menggunakan konsep matematika. Dan kita juga tahu bahwa
matematika pun berandil besar pada sebuah tradisi atau adat yang
berkembang dimasyarkat khususnya untuk perhitungan perjodohan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar